Panduan Lengkap Surat Pengunduran Diri Masa Percobaan: Contoh & Tips Ampuh!

Table of Contents

Mengundurkan diri dari pekerjaan adalah keputusan besar, apalagi jika kamu masih dalam masa percobaan. Mungkin kamu merasa lingkungan kerja tidak cocok, ekspektasi pekerjaan berbeda dari kenyataan, atau tiba-tiba mendapatkan tawaran yang lebih baik. Jangan khawatir, kamu tidak sendirian. Banyak karyawan mengalami hal serupa dan memutuskan untuk resign bahkan sebelum statusnya permanen. Artikel ini akan memandu kamu memahami seluk-beluk pengunduran diri saat masa percobaan, mulai dari hakmu hingga cara menulis suratnya yang profesional.

Resign during probation
Image just for illustration

Memahami Masa Percobaan dalam Dunia Kerja

Sebelum kita bicara tentang mengundurkan diri, penting banget untuk paham apa itu sebenarnya masa percobaan atau probation period. Masa percobaan adalah periode waktu di awal masa kerja seorang karyawan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak, yaitu karyawan dan perusahaan, untuk saling mengevaluasi. Bagi karyawan, ini kesempatan untuk melihat apakah pekerjaan, budaya perusahaan, dan lingkungan kerjanya sesuai. Sementara bagi perusahaan, ini adalah waktu untuk menilai kinerja, etos kerja, dan kecocokan karyawan dengan tim serta posisi yang diisi.

Di Indonesia, ketentuan mengenai masa percobaan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pada Pasal 58. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan. Penting diingat, masa percobaan ini hanya berlaku untuk Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau karyawan tetap, lho. Untuk Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau karyawan kontrak, masa percobaan itu tidak boleh ada. Jika ada, maka secara hukum PKWT tersebut batal demi hukum dan langsung berubah menjadi PKWTT. Selama masa percobaan, baik perusahaan maupun karyawan memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang harus dipenuhi.

Bisakah Mengundurkan Diri Saat Masa Percobaan? Tentu Saja Bisa!

Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Bolehkah saya mengundurkan diri saat masih masa percobaan?” Jawabannya adalah YA, Tentu Saja Boleh! Tidak ada larangan hukum bagi karyawan untuk mengundurkan diri meskipun statusnya masih dalam masa percobaan. Masa percobaan itu sendiri sifatnya adalah periode evaluasi dua arah. Jika dari sisi karyawan merasa tidak cocok atau menemukan peluang lain yang lebih baik, mengundurkan diri adalah hak yang melekat. Ini adalah salah satu fleksibilitas yang diberikan oleh sistem kerja, baik untuk perusahaan maupun karyawan.

Ada beberapa alasan umum kenapa seseorang memutuskan untuk resign di masa percobaan. Pertama, bisa jadi ekspektasi pekerjaan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kedua, budaya perusahaan yang tidak cocok dengan nilai-nilai pribadi. Ketiga, mungkin kamu mendapatkan tawaran kerja lain yang jauh lebih menarik, entah itu dari segi gaji, benefit, atau career path yang lebih jelas. Keempat, ada faktor personal seperti masalah kesehatan, keluarga, atau relokasi yang mendadak. Semua alasan ini valid, asalkan kamu menyampaikannya secara profesional dan sesuai prosedur. Mitos yang mengatakan kamu akan “dicap buruk” jika resign di masa percobaan sebenarnya tidak sepenuhnya benar, asalkan kamu menangani prosesnya dengan baik dan menjaga hubungan profesional.

Prosedur Mengundurkan Diri Saat Masa Percobaan

Meskipun kamu masih dalam masa percobaan, ada etika dan prosedur yang sebaiknya kamu ikuti saat memutuskan untuk mengundurkan diri. Ini penting untuk menjaga reputasi profesionalmu dan meninggalkan kesan yang baik.

  1. Pemberitahuan Dini (Jika Ada): Berbeda dengan karyawan tetap yang biasanya punya notice period 1 bulan, karyawan di masa percobaan seringkali tidak punya kewajiban notice period yang ketat. Beberapa kontrak kerja mungkin tidak mencantumkan notice period untuk masa percobaan, atau jika ada, mungkin hanya 1-2 minggu. Namun, sebagai bentuk profesionalisme dan penghargaan, sebaiknya kamu memberitahu atasan atau HRD sesegera mungkin, paling tidak 1-2 minggu sebelum tanggal efektif pengunduran diri, agar perusahaan punya waktu untuk mencari pengganti dan melakukan handover. Ini adalah bentuk etika profesional yang sangat dihargai.
  2. Pengembalian Aset Perusahaan: Pastikan semua aset perusahaan yang pernah dipinjamkan kepadamu (laptop, ID card, kunci, smartphone kantor, dll.) dikembalikan dalam kondisi baik. Ini adalah langkah penting untuk menghindari masalah di kemudian hari dan memastikan semua kewajibanmu terpenuhi.
  3. Hak Gaji dan Tunjangan: Kamu berhak atas gaji dan tunjangan (jika ada) sampai hari terakhir kamu bekerja. Pastikan kamu menerima semua hak finansialmu yang belum dibayarkan. Biasanya, ini akan dihitung secara proporsional. Jangan sungkan untuk bertanya kepada HRD mengenai perhitungan gaji terakhirmu.
  4. Menyelesaikan Tugas yang Tertunda: Usahakan untuk menyelesaikan semua tugas yang menjadi tanggung jawabmu sebelum meninggalkan perusahaan. Jika tidak memungkinkan, lakukan handover tugas tersebut kepada rekan kerja atau atasan dengan rapi. Ini menunjukkan tanggung jawab dan profesionalisme tinggi.

Mengikuti prosedur ini akan membantumu mengakhiri masa kerja dengan baik, terlepas dari durasinya yang singkat.

Pentingnya Surat Pengunduran Diri Resmi

Meskipun masa kerjamu singkat karena masih dalam masa percobaan, sangat disarankan untuk tetap mengajukan surat pengunduran diri secara resmi. Kenapa penting?

  • Bukti Tertulis: Surat ini menjadi bukti tertulis yang sah bahwa kamu telah mengajukan pengunduran diri sesuai prosedur. Ini bisa melindungimu dari potensi masalah di masa depan, misalnya jika ada kesalahpahaman tentang status pekerjaanmu.
  • Profesionalisme: Mengajukan surat resmi menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang profesional dan menghargai prosedur perusahaan. Ini meninggalkan kesan positif meskipun kamu tidak melanjutkan kerja di sana.
  • Kejelasan Status: Surat ini juga memberikan kejelasan mengenai tanggal efektif pengunduran diri dan alasan (jika kamu memilih untuk mengungkapkannya). Ini membantu perusahaan dalam proses administrasi.

Surat pengunduran diri masa percobaan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan surat pengunduran diri pada umumnya. Komponen utamanya meliputi:

  • Tanggal surat.
  • Nama dan alamat perusahaan.
  • Nama dan jabatan penerima surat (biasanya HRD atau atasan langsung).
  • Subjek surat yang jelas (misalnya: “Surat Pengunduran Diri”).
  • Isi surat yang menyatakan pengunduran diri, tanggal efektif, dan alasan singkat (opsional).
  • Ucapan terima kasih dan permohonan maaf (jika ada kesalahan).
  • Tanda tangan dan nama lengkapmu.

Struktur dan Contoh Surat Pengunduran Diri Masa Percobaan

Menulis surat pengunduran diri yang baik itu kuncinya ada pada kejelasan, keringkasan, dan profesionalisme. Berikut adalah bagian-bagian penting yang wajib ada, diikuti dengan contohnya.

Bagian-bagian Penting Surat Resign Masa Percobaan

  1. Tanggal dan Alamat Penerima:
    • Cantumkan tanggal surat dibuat.
    • Tulis nama dan alamat perusahaan yang dituju.
    • Tulis nama dan jabatan atasan langsung atau kepala departemen HRD.
  2. Subjek Surat:
    • Harus jelas, contoh: “Surat Pengunduran Diri”.
  3. Salam Pembuka:
    • Gunakan salam pembuka yang formal, seperti “Dengan hormat,”.
  4. Isi Surat:
    • Pernyataan Pengunduran Diri: Nyatakan dengan jelas bahwa kamu mengundurkan diri dari posisi dan perusahaan tersebut.
    • Tanggal Efektif: Sebutkan tanggal terakhir kamu bersedia bekerja. Ini penting untuk notice period dan perhitungan gaji.
    • Alasan (Opsional/Singkat): Kamu tidak wajib menjelaskan secara detail. Bisa saja hanya bilang “karena alasan pribadi” atau “mendapat kesempatan lain yang lebih sesuai”. Hindari menyalahkan perusahaan atau atasan.
    • Ucapan Terima Kasih: Sampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Ini menunjukkan etika yang baik.
    • Permohonan Maaf: Jika merasa ada kekurangan atau kesalahan selama bekerja, sampaikan permohonan maaf.
    • Penawaran Bantuan Transisi: Jika memungkinkan, tawarkan bantuan untuk proses handover atau transisi.
  5. Salam Penutup:
    • Gunakan salam penutup yang formal, seperti “Hormat saya,” atau “Terima kasih,”.
  6. Tanda Tangan dan Nama Lengkap:
    • Bubuhkan tanda tanganmu dan tulis nama lengkapmu di bawahnya.

Contoh Surat Pengunduran Diri Masa Percobaan

[Nama Lengkap Anda]
[Alamat Lengkap Anda]
[Nomor Telepon Anda]
[Alamat Email Anda]

[Tanggal Surat Dibuat]

Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Nama Atasan Langsung/Manajer HRD]
[Jabatan Atasan Langsung/Manajer HRD]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]

**Subjek: Surat Pengunduran Diri**

Dengan hormat,

Melalui surat ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap Anda]
Jabatan : [Jabatan Anda]

Dengan ini bermaksud untuk mengajukan permohonan pengunduran diri dari posisi [Jabatan Anda] di [Nama Perusahaan] terhitung mulai tanggal [Tanggal Efektif Pengunduran Diri Anda, misalnya 2 minggu dari sekarang].

Keputusan ini saya ambil berdasarkan pertimbangan pribadi setelah mengevaluasi kecocokan dengan peran dan lingkungan kerja. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menjadi bagian dari tim [Nama Perusahaan] selama masa percobaan ini. Saya juga memohon maaf apabila selama saya bekerja terdapat kesalahan atau hal-hal yang kurang berkenan.

Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tanggung jawab yang tersisa dan membantu proses transisi pekerjaan saya agar berjalan dengan lancar. Mohon dapat diberikan informasi mengenai hak-hak yang belum saya terima serta prosedur yang perlu saya ikuti terkait pengunduran diri ini.

Besar harapan saya agar Bapak/Ibu dapat memahami keputusan ini. Saya berharap [Nama Perusahaan] senantiasa sukses di masa mendatang.

Hormat saya,

(Tanda Tangan)

[Nama Lengkap Anda]

Tips: Selalu sesuaikan tanggal efektif pengunduran diri dengan notice period yang kamu diskusikan dengan HRD atau atasan, meskipun singkat.

Tips Tambahan Saat Mengundurkan Diri di Masa Percobaan

Mengundurkan diri, apalagi di masa percobaan, butuh strategi agar tidak merusak reputasi. Berikut beberapa tips tambahan yang bisa kamu terapkan:

  1. Beritahu Atasan Langsung Secara Personal: Sebelum mengajukan surat resmi, atur waktu untuk berbicara langsung dengan atasanmu. Jelaskan keputusanmu secara ringkas dan profesional. Ini menunjukkan rasa hormat dan menghindarkan atasanmu dari kejutan.
  2. Jaga Hubungan Baik: Dunia kerja itu sempit! Mungkin suatu hari nanti kamu akan bertemu dengan kolega atau atasanmu lagi di perusahaan lain. Usahakan untuk selalu meninggalkan kesan yang baik dan menjaga hubungan profesional. Hindari burning bridges.
  3. Selesaikan Pekerjaan dengan Bertanggung Jawab: Meskipun kamu akan segera pergi, tetaplah profesional. Selesaikan semua tugas yang bisa kamu selesaikan, atau lakukan handover dengan baik. Ini adalah cerminan etos kerjamu.
  4. Siapkan Alasan yang Profesional: Jika ditanya alasannya, kamu tidak perlu berbohong atau memberikan detail yang terlalu pribadi. Cukup sampaikan secara profesional, misalnya “mendapatkan kesempatan yang lebih sesuai dengan career path saya” atau “merasa ada perbedaan value yang signifikan”.
  5. Pahami Kontrak Kerjamu Lagi: Baca kembali kontrak kerjamu, terutama bagian yang berkaitan dengan pengunduran diri atau masa percobaan. Pastikan kamu tidak melanggar ketentuan apapun.
  6. Tanyakan Hakmu: Jangan ragu untuk bertanya kepada HRD mengenai sisa gaji, tunjangan, atau prosedur pengembalian barang perusahaan. Pastikan semuanya jelas sebelum kamu pergi.

Konsekuensi dan Pertimbangan

Ketika memutuskan untuk mengundurkan diri di masa percobaan, tentu ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dan potensi konsekuensi, meskipun umumnya tidak seberat pengunduran diri karyawan tetap.

  • Penalti atau Denda: Sebagian besar perusahaan tidak mengenakan penalti atau denda untuk pengunduran diri di masa percobaan, selama kamu mengikuti prosedur yang ada dan tidak merugikan perusahaan. Namun, selalu periksa kembali kontrak kerjamu. Jika ada klausul yang tidak biasa, diskusikan dengan HRD.
  • Dampak pada Track Record: Beberapa orang khawatir track record mereka akan terlihat buruk jika sering resign di masa percobaan. Sebenarnya, hal ini relatif. Jika kamu bisa menjelaskan alasan pengunduran diri dengan baik dan menunjukkan bahwa itu adalah bagian dari proses pencarian fit yang tepat, kebanyakan rekruter akan memahami. Yang penting adalah jangan terlalu sering melakukannya dan pastikan ada pelajaran yang kamu ambil dari setiap pengalaman.
  • Kehilangan Hak: Biasanya, karyawan di masa percobaan tidak memiliki hak atas pesangon atau uang penghargaan masa kerja seperti karyawan tetap. Namun, hak atas gaji sampai hari terakhir kerja adalah mutlak.

Pertimbangkan matang-matang keputusanmu. Apakah kamu sudah punya pekerjaan lain? Atau kamu ingin break sebentar? Pastikan kamu sudah punya rencana cadangan agar transisimu berjalan lancar.

Fakta Menarik Seputar Masa Percobaan

Tahukah kamu, masa percobaan itu punya banyak sisi menarik?

  • Tingkat Pengunduran Diri: Studi menunjukkan bahwa persentase karyawan yang mengundurkan diri selama masa percobaan cukup signifikan, terutama di industri tertentu yang membutuhkan fit budaya yang kuat atau tekanan kerja tinggi. Ini menandakan bahwa masa percobaan memang periode krusial untuk evaluasi dua arah.
  • Variasi Durasi Global: Meskipun di Indonesia maksimal 3 bulan, di negara lain durasi masa percobaan bisa bervariasi. Ada yang hanya 1 bulan, ada pula yang hingga 6 bulan atau bahkan 12 bulan untuk posisi senior di negara tertentu.
  • Aspek Psikologis: Keputusan untuk resign di masa percobaan seringkali melibatkan banyak pertimbangan psikologis. Apakah pekerjaan ini memenuhi ekspektasi? Apakah saya merasa dihargai? Apakah lingkungan ini kondusif untuk tumbuh? Perasaan-perasaan ini seringkali menjadi penentu keputusan.
  • Pentingnya Onboarding: Masa percobaan yang sukses juga sangat bergantung pada proses onboarding yang efektif dari perusahaan. Jika onboarding buruk, karyawan mungkin merasa tersesat dan lebih mungkin untuk resign.

Masa percobaan adalah periode yang dinamis, bukan sekadar formalitas. Ini adalah kesempatan emas bagi kedua belah pihak untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik.


Mengundurkan diri dari pekerjaan, meskipun di masa percobaan, adalah hakmu sebagai karyawan. Kuncinya adalah melakukannya secara profesional, mengikuti etika yang berlaku, dan menjaga komunikasi yang baik dengan perusahaan. Dengan begitu, kamu bisa meninggalkan perusahaan dengan kepala tegak dan reputasi yang tetap terjaga.

Apakah kamu pernah mengundurkan diri saat masa percobaan? Bagaimana pengalamanmu? Atau mungkin kamu punya tips lain yang ingin dibagikan? Yuk, ceritakan di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar