Panduan Lengkap Membuat Surat Permohonan MOU: Anti Ribet & Langsung ACC!

Table of Contents

Pernah dengar tentang MoU? Atau mungkin malah sedang berencana untuk membangun kerja sama dengan pihak lain dan bingung bagaimana memulainya? Nah, salah satu langkah awal yang krusial adalah dengan mengirimkan surat permohonan MoU. Surat ini bukan sekadar formalitas biasa, tapi merupakan jembatan pertama yang kamu bangun menuju sebuah kolaborasi yang solid dan saling menguntungkan.

MoU, singkatan dari Memorandum of Understanding, adalah dokumen yang merangkum kesepahaman awal antara dua pihak atau lebih sebelum mereka benar-benar terjun ke dalam perjanjian yang lebih mengikat secara hukum. Ibaratnya, ini adalah janji awal untuk serius menjalin hubungan. Surat permohonan MoU inilah yang jadi “ajakan kencan” resminya. Dengan surat ini, kamu menunjukkan keseriusan dan profesionalisme dalam mendekati calon mitra.

surat permohonan mou
Image just for illustration

Dokumen ini menjadi bukti bahwa kamu dan pihakmu telah memikirkan matang-matang konsep kerja sama yang ingin ditawarkan. Melalui surat ini, kamu juga bisa menyampaikan visi, misi, serta tujuan kolaborasi yang diharapkan. Jadi, jangan sepelekan kekuatan sebuah surat permohonan MoU yang ditulis dengan baik dan terstruktur ya!

Anatomi Surat Permohonan MoU: Bongkar Bagian-Bagian Pentingnya

Menyusun surat permohonan MoU itu ada seninya, lho! Bukan cuma asal tulis, tapi ada bagian-bagian standar yang harus ada supaya suratmu terlihat profesional dan mudah dipahami. Anggap saja ini resep membuat surat yang lezat dan persuasif. Mari kita bedah satu per satu komponennya.

1. Kop Surat (Letterhead)

Ini adalah identitas perusahaan atau organisasimu yang terletak di paling atas surat. Kop surat biasanya berisi nama lembaga, alamat lengkap, nomor telepon, alamat email, dan logo. Fungsinya jelas: menunjukkan bahwa surat ini resmi dikeluarkan oleh entitas yang jelas dan kredibel.

2. Nomor Surat

Setiap surat resmi pasti punya nomor unik. Nomor surat ini penting untuk keperluan administrasi dan pengarsipan. Formatnya bisa bervariasi, tapi umumnya mencakup kode surat, nomor urut, bulan, dan tahun.

3. Lampiran (Attachment)

Jika ada dokumen pendukung yang ingin kamu sertakan, seperti proposal kerja sama, profil perusahaan, atau portofolio, cantumkan jumlah lampirannya di bagian ini. Contoh: “Lampiran: 1 (satu) berkas proposal kerja sama.” Ini memudahkan penerima untuk memastikan semua dokumen sudah diterima.

4. Perihal (Subject)

Bagian ini berisi inti atau tujuan utama surat secara singkat dan jelas. Contohnya: “Permohonan Kerja Sama (MoU) Program Pemberdayaan UMKM”. Dengan perihal yang spesifik, penerima bisa langsung tahu maksud suratmu tanpa harus membaca seluruh isinya.

5. Tanggal Surat

Cantumkan tanggal pembuatan surat secara lengkap, misalnya “Jakarta, 26 Oktober 2023”. Ini penting untuk referensi waktu dan administrasi.

6. Pihak Penerima

Tuliskan nama lengkap, jabatan, dan alamat lembaga atau perusahaan tujuan suratmu. Pastikan semua informasinya akurat dan tidak ada kesalahan penulisan. Kesalahan di bagian ini bisa memberikan kesan kurang profesional. Contoh: “Yth. Bapak/Ibu [Nama Jabatan], [Nama Perusahaan/Institusi], [Alamat Lengkap]”.

7. Salam Pembuka

Gunakan salam pembuka yang formal dan sopan, seperti “Dengan hormat,”. Ini menunjukkan rasa hormatmu kepada penerima surat.

8. Paragraf Pembuka

Bagian ini menjadi gerbang utama suratmu. Sampaikan secara singkat maksud dan tujuan kamu mengirim surat ini. Misalnya, “Melalui surat ini, kami [Nama Lembaga/Perusahaan] bermaksud mengajukan permohonan penjajakan kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan [Nama Lembaga/Perusahaan Mitra].” Buatlah semenarik mungkin agar penerima tertarik untuk membaca lebih lanjut.

9. Latar Belakang / Maksud dan Tujuan

Di sini, kamu bisa menjelaskan lebih detail mengapa kamu ingin menjalin kerja sama ini. Paparkan sedikit latar belakang yang mendasari ide kolaborasi, visi yang ingin dicapai, dan tujuan konkret dari MoU yang diusulkan. Misalnya, bagaimana kerja sama ini bisa membantu kedua belah pihak mencapai target masing-masing atau mengatasi tantangan tertentu. Tuliskan dengan bahasa yang persuasif dan fokus pada potensi nilai tambah.

10. Ruang Lingkup Kerja Sama

Sebutkan secara garis besar area atau bidang-bidang yang ingin kamu cakup dalam kerja sama ini. Apakah itu meliputi riset bersama, pengembangan produk, pertukaran keahlian, atau program komunitas? Memberikan gambaran awal tentang ruang lingkup akan membantu calon mitra memahami cakupan potensi kolaborasi. Ini juga menjadi dasar diskusi awal jika mereka tertarik.

11. Manfaat yang Diharapkan

Ini adalah bagian krusial yang bisa menarik perhatian calon mitra. Jelaskan dengan jelas dan meyakinkan apa saja manfaat yang akan diperoleh oleh kedua belah pihak jika kerja sama ini terwujud. Fokuskan pada keuntungan timbal balik, misalnya peningkatan brand awareness, akses ke pasar baru, peningkatan kapabilitas, atau dampak sosial yang positif. Tunjukkan bahwa kamu tidak hanya memikirkan keuntungan pihakmu saja.

12. Ajakan Bertemu / Langkah Selanjutnya

Setelah menjelaskan semua detailnya, saatnya memberikan call to action yang jelas. Ungkapkan harapanmu untuk bisa bertemu langsung dengan pihak penerima untuk berdiskusi lebih lanjut dan mempresentasikan proposal secara mendalam. Contoh: “Besar harapan kami agar dapat diberikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut dalam sebuah pertemuan, di waktu dan tempat yang Bapak/Ibu tentukan.”

13. Paragraf Penutup

Sampaikan rasa terima kasihmu atas perhatian yang diberikan oleh penerima surat. Gunakan kalimat penutup yang sopan dan profesional, seperti “Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.”

14. Hormat Kami

Tuliskan “Hormat kami,” atau salam penutup sejenis sebelum tanda tangan.

15. Identitas Pengirim

Cantumkan tanda tangan, nama lengkap, dan jabatanmu sebagai perwakilan resmi dari lembaga atau perusahaan pengirim. Ini menunjukkan keabsahan surat.

16. Tembusan (Opsional)

Jika surat ini perlu diketahui atau ditujukan juga kepada pihak lain di internal organisasimu atau organisasi mitra, kamu bisa mencantumkannya di bagian tembusan. Misalnya, “Tembusan: 1. Direktur Utama, 2. Arsip.”

Kapan Anda Membutuhkan Surat Permohonan MoU?

Surat permohonan MoU ini relevan di berbagai situasi dan sektor lho. Kapan sih sebenarnya kita perlu mengirimkan surat semacam ini? Mari kita lihat beberapa skenarionya:

Kerjasama Bisnis dan Korporasi

Misalnya, ketika dua perusahaan ingin berkolaborasi dalam proyek baru, mengembangkan produk bersama, atau membentuk aliansi strategis. Sebelum ada perjanjian jual beli saham atau kontrak yang lebih rumit, MoU bisa jadi langkah awal untuk menyepakati kerangka kerja sama. Ini berlaku juga untuk kolaborasi antar UMKM.

Kemitraan Pendidikan dan Penelitian

Universitas atau lembaga penelitian seringkali mengirimkan surat permohonan MoU kepada industri, lembaga pemerintah, atau universitas lain untuk proyek penelitian bersama, pertukaran mahasiswa/dosen, atau pengembangan kurikulum. MoU di sini menjadi pondasi untuk berbagai aktivitas akademik dan riset.

Kolaborasi Organisasi Nirlaba dan Sosial

Organisasi non-profit (NGO) yang ingin menggandeng pemerintah daerah, perusahaan, atau komunitas lain untuk program sosial, kampanye lingkungan, atau kegiatan filantropi, akan memulai dengan surat permohonan MoU. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan sosial.

Proyek Komunitas dan Pemerintah

Pemerintah daerah atau lembaga desa yang ingin bekerja sama dengan pihak swasta atau komunitas untuk pembangunan infrastruktur, program kesehatan masyarakat, atau pemberdayaan warga, juga akan menggunakan surat permohonan MoU. Ini adalah langkah formal untuk memulai inisiatif bersama demi kemajuan daerah.

Sponsorship Event atau Kegiatan

Penyelenggara acara, baik itu konser, seminar, festival, atau kompetisi, seringkali mengajukan permohonan sponsorship kepada perusahaan. Surat permohonan MoU bisa menjadi langkah awal sebelum penandatanganan kontrak sponsorship yang lebih detail. Isinya bisa berupa penawaran kerja sama promosi dan keuntungan timbal balik.

business handshake
Image just for illustration

Intinya, kapan pun kamu ingin menjajaki kerja sama formal dengan pihak lain yang membutuhkan komitmen awal, surat permohonan MoU adalah alat yang tepat. Ini membantu menciptakan landasan yang jelas dan profesional.

Tips Menyusun Surat Permohonan MoU yang Efektif

Agar surat permohonan MoU-mu tidak berakhir di tumpukan dokumen yang tak terbaca, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Ingat, kesan pertama itu penting!

1. Jelas dan Ringkas

Hindari bertele-tele. Sampaikan maksud dan tujuanmu secara langsung dan to the point. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, namun tetap formal. Kejelasan adalah kunci agar penerima tidak perlu menebak-nebak apa yang kamu inginkan.

2. Profesional dalam Gaya Bahasa dan Format

Gunakan tata bahasa yang baku, ejaan yang benar, dan format surat resmi yang rapi. Font yang digunakan juga sebaiknya standar dan mudah dibaca, seperti Times New Roman atau Arial dengan ukuran 11 atau 12. Kesan profesionalisme akan meningkatkan kredibilitasmu.

3. Fokus pada Manfaat Bersama (Mutual Benefits)

Ini adalah magnet utama suratmu. Jangan hanya menjelaskan apa yang akan kamu dapatkan. Tunjukkan dengan jelas bagaimana kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Jelaskan nilai tambah yang bisa kamu berikan kepada calon mitra.

4. Sertakan Detail Penting (Tanpa Terlalu Rinci)

Berikan gambaran umum tentang ide kerja sama, ruang lingkup, dan harapanmu. Kamu tidak perlu memasukkan semua detail teknis yang kompleks di sini. Cukup poin-poin penting yang bisa memicu minat calon mitra untuk berdiskusi lebih lanjut. Detail lebih rinci bisa disampaikan dalam proposal terpisah.

5. Lakukan Proofread dengan Cermat

Jangan pernah melewatkan tahap ini! Periksa kembali suratmu untuk kesalahan penulisan, tata bahasa, atau ejaan. Kesalahan kecil bisa merusak citra profesionalmu. Kalau perlu, minta teman atau kolega untuk membacanya juga.

6. Personalisasi Surat

Jika memungkinkan, sebutkan nama orang yang tepat di lembaga tujuan (misalnya, Direktur Utama, Kepala Divisi). Ini menunjukkan bahwa kamu telah melakukan riset dan benar-benar serius. Hindari “Kepada Yth. Bapak/Ibu Pimpinan” jika kamu bisa mencari tahu nama spesifiknya.

7. Siapkan Proposal Terlampir

Meskipun surat permohonan MoU bersifat ringkas, akan sangat membantu jika kamu sudah menyiapkan proposal kerja sama yang lebih detail sebagai lampiran. Proposal ini bisa menjadi “senjata rahasia” untuk menjelaskan secara komprehensif apa yang kamu tawarkan.

Fakta Menarik Seputar MoU

MoU itu lebih dari sekadar secarik kertas, lho. Ada beberapa hal menarik yang mungkin belum banyak orang tahu tentang dokumen penting ini.

MoU vs. Perjanjian Kontrak: Apa Bedanya?

Banyak yang bingung, apakah MoU itu sama dengan kontrak? Jawabannya: tidak selalu sama secara hukum. MoU seringkali dianggap sebagai “gentlemen’s agreement” atau kesepahaman awal yang kurang mengikat secara hukum dibandingkan kontrak. Kontrak biasanya memiliki klausul yang lebih detail, sanksi, dan kewajiban yang lebih tegas. MoU berfungsi sebagai kerangka kerja sebelum para pihak mencapai kesepakatan final dalam bentuk kontrak yang lebih rinci dan mengikat. Namun, perlu diingat, ada yurisdiksi di mana MoU, jika dirumuskan dengan sangat spesifik dan menunjukkan intent to create legal relations, bisa saja dianggap mengikat secara hukum. Jadi, hati-hati dalam menyusunnya!

Sejarah Penggunaan MoU

Konsep kesepahaman awal atau perjanjian tanpa ikatan hukum yang kuat sudah ada sejak lama dalam praktik diplomasi dan bisnis internasional. MoU modern mulai populer digunakan untuk memfasilitasi negosiasi antarnegara atau antarperusahaan yang masih dalam tahap penjajakan, di mana komitmen penuh masih belum bisa diberikan.

Contoh-Contoh MoU Terkenal

Banyak perjanjian internasional, baik antarnegara maupun antarorganisasi global, yang dimulai dari MoU. Misalnya, kesepahaman untuk kerja sama ekonomi, pertukaran budaya, atau riset ilmiah. Di dunia bisnis, MoU sangat umum digunakan dalam merger dan akuisisi, joint venture, atau bahkan kolaborasi sederhana antar perusahaan startup.

MoU sebagai Jembatan Negosiasi

MoU itu ibarat jembatan yang menghubungkan ide awal dengan perjanjian yang konkret. Dengan adanya MoU, kedua belah pihak bisa mulai bekerja sama dalam tahap awal tanpa harus terjebak dalam kompleksitas hukum kontrak yang memakan waktu dan biaya. Ini memungkinkan fleksibilitas dan adaptasi selama proses negosiasi.

legal document
Image just for illustration

Contoh Kerangka Surat Permohonan MoU

Agar kamu punya gambaran, ini dia kerangka sederhana yang bisa kamu pakai sebagai panduan:


[KOP SURAT PERUSAHAAN/ORGANISASI KAMU]

Nomor : [Nomor Surat]
Lampiran : [Jumlah Berkas Lampiran, cth: 1 (satu) berkas]
Perihal : Permohonan Penjajakan Kerja Sama (MoU)

[Tanggal Surat]

Yth. Bapak/Ibu [Nama Lengkap Pimpinan/Jabatan]
[Nama Lembaga/Perusahaan Mitra]
[Alamat Lengkap Lembaga/Perusahaan Mitra]

Dengan hormat,

Kami dari [Nama Lembaga/Perusahaan Pengirim] adalah [jelaskan secara singkat profil lembaga/perusahaan kamu dan bidang kerjanya]. Melalui surat ini, kami bermaksud untuk mengajukan permohonan penjajakan kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak [Nama Lembaga/Perusahaan Mitra] terkait [sebutkan secara singkat inti tujuan kerja sama].

Latar belakang permohonan kerja sama ini adalah [jelaskan latar belakang, visi, dan potensi sinergi antara kedua belah pihak, mengapa kerja sama ini penting]. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah [sebutkan tujuan konkret yang ingin dicapai, misalnya meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, atau menciptakan inovasi baru].

Adapun ruang lingkup kerja sama yang kami usulkan secara garis besar meliputi [sebutkan poin-poin area kerja sama, cth: pengembangan produk bersama, program pelatihan, penelitian kolaboratif, atau kampanye pemasaran]. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat positif bagi kedua belah pihak, yaitu [jelaskan manfaat yang diharapkan, baik bagi pihakmu maupun pihak mitra, cth: peningkatan brand awareness, akses ke teknologi baru, atau kontribusi sosial].

Besar harapan kami agar Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkan permohonan ini dan memberikan kesempatan kepada kami untuk mempresentasikan detail proposal kerja sama kami secara langsung. Kami siap hadir di waktu dan tempat yang Bapak/Ibu tentukan untuk berdiskusi lebih lanjut.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu untuk menjalin kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

[Tanda Tangan]

[Nama Lengkap Pengirim]
[Jabatan Pengirim]
[Nama Lembaga/Perusahaan Pengirim]

Tembusan:
1. [Pihak Internal terkait, jika ada]
2. Arsip


Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Jangan sampai surat permohonan MoU-mu berakhir sia-sia karena kesalahan-kesalahan yang sebenarnya mudah dihindari. Perhatikan ini ya!

1. Terlalu Jargon dan Bahasa Teknis

Meskipun kamu ahli di bidangmu, ingatlah bahwa penerima surat mungkin tidak sefamiliar itu dengan istilah-istilah teknis atau jargon industri. Gunakan bahasa yang umum dan mudah dipahami semua orang. Kesederhanaan adalah keindahan.

2. Tidak Jelas Maksud dan Tujuannya

Apa sebenarnya yang ingin kamu capai dengan MoU ini? Jika penerima tidak bisa menangkap inti pesannya dengan cepat, suratmu berisiko diabaikan. Pastikan bagian perihal, pembuka, dan tujuan ditulis dengan sangat jelas.

3. Tampilan Tidak Profesional

Surat yang penuh coretan, format acak-acakan, atau typo di mana-mana akan langsung memberikan kesan buruk. Pastikan semua elemen surat tertata rapi, bersih, dan sesuai standar surat resmi. Ini mencerminkan kredibilitas dan perhatianmu terhadap detail.

4. Kurang Riset tentang Calon Mitra

Mengirim surat tanpa tahu menahu tentang calon mitramu adalah blunder besar. Lakukan riset singkat tentang visi, misi, proyek yang pernah mereka lakukan, atau bahkan siapa orang yang paling tepat dihubungi. Menyesuaikan isi surat dengan kepentingan calon mitra akan meningkatkan kemungkinan respons positif.

5. Terlalu Mendesak atau Agresif

Meskipun kamu antusias, hindari nada yang terlalu memaksa atau agresif. Ingat, ini adalah permohonan kerja sama, bukan perintah. Jaga nada yang sopan, persuasif, dan menghargai. Beri ruang bagi calon mitra untuk mempertimbangkan tawaranmu.

common mistakes
Image just for illustration

Proses Setelah Mengirim Surat Permohonan

Mengirim surat permohonan MoU bukanlah akhir dari segalanya, justru ini adalah permulaan. Ada beberapa langkah lanjutan yang perlu kamu siapkan:

1. Tindak Lanjut (Follow-up)

Setelah beberapa hari (sekitar 3-5 hari kerja) sejak surat dikirim, jangan ragu untuk melakukan tindak lanjut. Kamu bisa menelepon atau mengirim email singkat untuk memastikan suratmu sudah diterima dan menanyakan apakah ada hal yang perlu penjelasan lebih lanjut. Lakukan follow-up dengan sopan dan tidak terlalu sering.

2. Pertemuan Awal

Jika calon mitra menunjukkan ketertarikan, mereka kemungkinan akan mengundangmu untuk pertemuan awal. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mempresentasikan ide kolaborasi secara lebih detail, menjawab pertanyaan, dan membangun hubungan baik. Persiapkan presentasi yang menarik dan informatif.

3. Diskusi Draf MoU

Apabila pertemuan awal berjalan sukses, langkah selanjutnya adalah berdiskusi tentang draf MoU. Di tahap ini, kamu dan calon mitra akan mulai membahas poin-poin kesepahaman, ruang lingkup yang lebih detail, peran masing-masing, dan harapan bersama. Ini adalah proses bolak-balik.

4. Revisi dan Finalisasi

Draf MoU mungkin akan mengalami beberapa kali revisi hingga kedua belah pihak mencapai kesepakatan final. Pastikan setiap poin sudah jelas, tidak ambigu, dan disetujui bersama. Libatkan pihak hukum jika diperlukan untuk memastikan tidak ada celah di kemudian hari.

5. Penandatanganan MoU

Setelah semua poin disepakati, proses akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU secara resmi oleh perwakilan dari kedua belah pihak. Ini adalah momen formal yang menandai dimulainya kerja sama.

mermaid graph TD A[Kirim Surat Permohonan MoU] --> B{Follow-up}; B -- Ditolak --> F[Evaluasi & Pelajari]; B -- Tidak Ada Respon --> G[Follow-up Lagi / Evaluasi]; B -- Diterima & Tertarik --> C[Pertemuan Awal & Presentasi Proposal]; C -- Tidak Sepakat --> F; C -- Sepakat Prinsip --> D[Diskusi & Penyusunan Draf MoU]; D -- Revisi & Negosiasi --> D; D -- Finalisasi --> E[Penandatanganan MoU]; E --> H[Implementasi Kerja Sama];
Flowchart Proses Setelah Pengiriman Surat Permohonan MoU

Manfaat Jangka Panjang dari MoU yang Terencana

MoU bukan cuma tentang formalitas, tapi juga investasi untuk masa depan kerja sama. Ada banyak manfaat jangka panjang yang bisa kamu dapatkan dari MoU yang disusun dengan baik.

1. Dasar yang Kuat untuk Kerja Sama

MoU menjadi fondasi atau pijakan awal yang kokoh bagi kerja sama yang lebih besar. Dengan adanya kesepahaman tertulis, kedua belah pihak punya acuan dasar yang jelas tentang apa yang ingin dicapai bersama. Ini membantu menghindari asumsi dan salah tafsir di kemudian hari.

2. Meminimalkan Kesalahpahaman

Dengan merumuskan poin-poin kesepahaman di awal, risiko terjadinya kesalahpahaman atau perbedaan interpretasi di masa depan bisa diminimalisir. Semua pihak tahu ekspektasi dan peran masing-masing secara garis besar. Dokumen ini menjadi referensi bersama.

3. Membangun Kepercayaan

Proses penyusunan dan penandatanganan MoU menunjukkan komitmen dan keseriusan kedua belah pihak. Ini adalah langkah awal yang krusial dalam membangun kepercayaan (trust) yang sangat penting dalam setiap hubungan profesional yang sukses. Kepercayaan adalah pondasi untuk kolaborasi jangka panjang.

4. Kerangka Kerja untuk Evaluasi

Meskipun tidak seformal kontrak, MoU tetap bisa menjadi kerangka kerja awal untuk mengevaluasi progres kerja sama. Poin-poin yang disepakati dalam MoU bisa menjadi tolok ukur awal untuk melihat apakah kolaborasi berjalan sesuai harapan. Ini sangat berguna untuk proyek-proyek yang punya banyak tahapan.

5. Mempercepat Proses Negosiasi Kontrak

Dengan adanya MoU, proses negosiasi untuk kontrak yang lebih rinci dan mengikat secara hukum akan menjadi lebih cepat dan efisien. Kedua belah pihak sudah memiliki kesepahaman dasar, sehingga hanya perlu fokus pada detail dan klausul spesifik dalam kontrak final. Ini menghemat waktu dan sumber daya.

long term benefits collaboration
Image just for illustration

Intinya, surat permohonan MoU adalah titik awal yang krusial untuk membangun kolaborasi yang berhasil. Dengan persiapan yang matang, penulisan yang cermat, dan tindak lanjut yang profesional, kamu akan membuka pintu menuju peluang-peluang baru yang luar biasa.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu punya pengalaman menarik saat menyusun atau menerima surat permohonan MoU? Atau mungkin ada tips lain yang ingin kamu bagikan? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar di bawah ini!

Posting Komentar